Pada kesempatan tersebut, Inge kembali menerangkan mengenai kriteria BCA dalam memilih desa binaan yang dilakukan melalui berbagai tahapan yaitu pendaftaran, seleksi tim internal Bakti BCA sampai dengan ke tahap survey yang dilakukan oleh BCA. Dalam melakukan seleksi tersebut, Bakti BCA juga mengedepankan beberapa point penting seperti akses masuk desa, pencapaian desa tersebut sampai dengan ke local champion yang dimiliki oleh warga setempat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung program pelatihan yang akan diberikan kepada desa terpilih. Pada kesempatan yang sama, Inge juga membuka kesempatan luas bagi desa-desa lain di Indonesia yang ingin dibina dan diberikan pelatihan oleh BCA.
“Bagi pengurus desa wisata, inspirasi kuliner ini adalah upaya dan bentuk motivasi yang kami hadirkan untuk bisa berkreasi dengan bahan-bahan yang ada di lokal setempat. Melalui kegiatan hari ini diharapkan dapat meningkatkan kembali awareness terhadap kuliner lokal beserta juga dengan pariwisata Indonesia yang memiliki potensi besar. Ke depannya sudah menjadi komitmen BCA untuk menghadirkan program inspiratif dan inovatif seperti ini,” tutup Inge.
Virtual talkshow “Lihat Dari Rumah” (LDR) series Kuliner – EVP CSR BCA Inge Setiawati (kiri) bersama dengan Chef Martin Natadipraja seusai demo masak kuliner khas nusantara pada Kamis (24/06). Melalui program LDR, BCA mengajak dan memotivasi masyarakat beserta dengan pengurus desa wisata untuk tetap optimis dengan pariwisata di Indonesia meskipun di tengah situasi pandemi. Inge juga membuka kesempatan luas bagi desa-desa lain di Indonesia yang ingin dibina dan diberikan pelatihan oleh BCA.






Komentar