BELITUNG – Patching atau penambalan aspal jalan tengah menuju Manggar atau Kabupaten Belitung Timur ini ternyata menuai kekeliruan berat alias asal tambal.
Pasalnya kini jalan tersebut sudah mengalami penipisan, sehingga hal tersebut harus dilakukan pemeliharaan rutin tahunan.
Dilengkapi dengan foto dan video para awak media dilapangan, proses penambalan yang seharusnya diawali dengan pemotongan dan pemerataan aspal diduga tak dilakukan. Hal itu terlihat tak adanya bekas aspal yang dikerok diarea patching.
Selain itu, tidak dilakukan pembersihan lobang atau sikat terlebih dahulu namun langsung dimasukan sejenis abu batu Yang ditimbun kedalam lobang yang bolong.
Sayangnya, pengerjaan yang diduga buruh-buruh untuk diselesai itu, akhirnya tidak dilakukan pemadataan dulu dengan menggunakan stamper mesin khusus pemadat urukan sehingga dimungkinkan penambalan tersebut tak akan maksimal dan tak akan bertahan lama dan kurang pemadataan.
Mempersingkat waktu, terlihat pekerja yang menggunakan rompi orange tersebut abaikan K3. Hal tersebut terlihat saat pekerja tak menggunakan sepatu septi saat menyirami dan melapisi abu batu dengan aspal.
Padahal sebegitu pentingnya K3 untuk pekerja agak tidak terjadi cedera dan kecelakaan kerja.
PPK 2.2 Satker Wilayah II Provinsi Babel beralamat dijalan Murai, Kabupaten Belitung Aris Budiman enggan untuk ditemui.
Melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (5/04/22) saat dimintai keterangan terkait pengerjaan Patching asal itu, Aris katakan, menyebutkan wartawan salah persepsi. Pengerjaan tersebut disebut buras bukan patching






Komentar