Polemik Proyek APBN Jembatan Air Sungai Baru Desa Keciput Mulai Mengemuka, Masyarakat Pinta Akses Kapal Menuju Muara Tidak Ditutup

BELITUNG – Polemik Proyek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Bangka Belitung mulai mengemuka.

Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Keciput Sarpan pinta pembangunan Jembatan air sungai baru tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat mengingat tujuan dari pembangunan adalah untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang sekaligus merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan Tujuan Nasional.

Dalam pengertian lain, pembangunan nasional dapat diartikan merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan dan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan Tujuan Nasional.

Oleh karena itu, sesungguhnya pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara benar, adil, dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggara negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.

Melalui media ini, Kamis (25/04/24) Sarpan meminta agar pelaksanaan atau Dinas yang bertanggungjawab tetap memperhatikan aspek kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup.

Tokoh Masyarakat Desa Keciput Sarpan

Dimana kepada media ini dirinya meminta agar jembatan yang dibangun memiliki ketinggian dari air laut kepondasi jembatan lebih tinggi dari atap kapal agar kapal atau perahu nelayan bisa melintas menuju muara sungai.

Komentar