Pembangunan Jembatan Air Liring Usung Motif Daun Lais Khas Simpang Tiga Capai progres 67 Persen

Editor WELLY AKSONA

BELITUNG | SINERGIPOS.COM – Pembangunan Jembatan Permanen Air Liring dusun Air Ruak, desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Belitung Timur yang rusak karena bencana alam pada September 2025 lalu dan merupakan salah satu akses vital penghubung Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur kini terus dikebut. Hingga Senin (10/8/2026), progres pekerjaan telah mencapai 67 persen.

Pembangunan jembatan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut telah dimulai sejak 31 Desember 2025 dengan pelaksana kegiatan, PT Karya Mulya Nugraha.

Selain memperkuat konektivitas dan menunjang kelancaran mobilitas masyarakat, pembangunan Jembatan Air Liring juga mengusung unsur kearifan lokal. Desain jembatan nantinya akan mendapat sentuhan khas berupa motif daun Lais, yang menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Desa Simpang Tiga.

Jembatan tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi jalur penting yang menopang aktivitas masyarakat sekaligus pergerakan ekonomi antara Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Proyek pembangunan jembatan permanen ini menelan anggaran sekitar Rp17 miliar dan dilaksanakan secara multiyears dengan waktu pelaksanaan kurang lebih dua tahun.

Koordinator Lapangan PPK 2.2, Azuan Kahsmir, mengatakan progres pembangunan hingga saat ini telah mencapai 67 persen.

“Saat ini pekerjaan telah mencapai progres 67 persen pembangunan,” kata Azuan, Senin (10/8/2026).

Komentar