BELITUNG TIMUR | SINERGIPOS.COM — Di tengah upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pembangunan Jembatan Permanen Air Liring di Desa Simpang Tiga terus menunjukkan geliat progres yang menjanjikan. Infrastruktur vital ini digadang-gadang menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Kabupaten Belitung dan Belitung Timur secara lebih kokoh dan berkelanjutan.
Saat ini, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Bangka Belitung terus menggenjot pembangunan jembatan yang memiliki nilai strategis tinggi bagi masyarakat. Jembatan Air Liring bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol percepatan pembangunan dan pemerataan akses ekonomi antarwilayah.
Proyek yang telah dimulai sejak 31 Desember 2025 ini masuk dalam kategori proyek strategis dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp17 miliar. Pelaksanaannya dirancang sebagai proyek multiyears, dengan target penyelesaian kurang lebih dua tahun atau sekitar 300 hari kalender kerja efektif.
Secara teknis, jembatan ini akan dibangun menggunakan struktur gelagar beton bertulang, yang mengandalkan teknologi balok beton pracetak seperti I-Girder, U-Girder, maupun Box Girder. Struktur tersebut dirancang untuk memastikan kekuatan maksimal dalam menyalurkan beban kendaraan ke bagian bawah jembatan, sekaligus menjamin ketahanan jangka panjang.
Pengawas lapangan, Rino Irmawan, seizin PPK 2.2 Jhon, mengungkapkan bahwa hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai 3,45 persen. Pekerjaan tengah difokuskan pada tahap krusial, yakni pengerjaan pondasi sumuran.
“Saat ini kami sedang melakukan pekerjaan pondasi sumuran. Untuk progres pengerjaan mencapai 3,45 persen,” ujarnya, Selasa (07/04).
Pondasi sumuran sendiri merupakan jenis pondasi dalam berbentuk silinder beton bertulang atau buis beton, dengan diameter berkisar 80–400 cm dan ditanam hingga kedalaman 3–8 meter. Metode ini dikenal efektif untuk kondisi tanah labil atau lunak karena memiliki kekuatan tinggi, minim getaran, serta mampu menopang beban vertikal secara optimal.
Lebih lanjut, Rino menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar dan terkendali. Pengaturan arus lalu lintas pun dilakukan secara maksimal guna menjaga keselamatan pengguna jalan. Sistem penjagaan diberlakukan di dua titik utama, baik dari arah Belitung maupun Belitung Timur, demi memastikan mobilitas tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
“Pekerjaan berjalan aman dan terkendali. Pengaturan lalu lintas terus kami lakukan agar aktivitas masyarakat tetap lancar,” tambahnya.
Ia pun menaruh harapan besar agar pembangunan Jembatan Air Liring dapat rampung tepat waktu tanpa kendala signifikan. Mengingat perannya yang sangat vital sebagai jalur penghubung utama, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mempercepat arus distribusi barang, memperlancar mobilitas warga, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Belitung dan Belitung Timur.
“Mudah-mudahan pembangunan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu, dengan mutu serta kualitas yang baik. Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat,” pungkasnya.*** (editor Welly Aksona)
Jembatan Air Liring Beltim Menuju Progres Signifikan : Tahap Krusial Pembangunan Pondasi Sumuran






Komentar