BELITUNG | SINERGIPOS.COM — Kawasan Industri Mitra Propindo Lestari (MPL) yang terletak di Kabupaten Belitung dengan luas lahan mencapai 270 hektar menyatakan kesiapan penuh untuk bermitra dengan para investor domestik maupun asing. Kawasan yang resmi terdaftar dalam data Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) Kementerian Investasi/BKPM ini menjadi salah satu dari 173 Kawasan Industri (KI) resmi di Indonesia.
Kesiapan ini sejalan dengan komitmen pengelola dalam mendukung peningkatan iklim investasi yang kondusif. PT Mitra Propindo Lestari selaku badan pengelola menegaskan bahwa infrastruktur dan fasilitas kawasan dirancang untuk mengakomodasi berbagai sektor bisnis potensial di Pulau Belitung.
Sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola kawasan yang adaptif, manajemen MPL belum lama ini juga turut berpartisipasi dalam Survei Penguatan Regulasi Kawasan Industri yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Melalui perwakilannya, Ghina dari Direktorat Perwilayahan Industri Kemenperin, survei tersebut bertujuan untuk menghimpun masukan langsung dari para pengelola kawasan. Data ini krusial guna menyusun regulasi kawasan industri yang lebih komprehensif, adaptif, serta selaras dengan dinamika kebutuhan lapangan saat ini.
Keunggulan Strategis Kawasan Industri MPL
- Legalitas Resmi & Terintegrasi : Tercatat secara resmi dalam sistem OSS RBA di bawah pengelolaan PT. Mitra Propindo Lestari.
- Skala Lahan Memadai : Menyediakan
- 270.00 Ha lahan siap bangun yang fleksibel untuk berbagai skala industri.
- LokasiStrategisn : Berada di Kabupaten Belitung, wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi dan logistik yang terus berkembang pesat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
- Orientasi Kemitraan Terbuka : Membuka peluang seluas-luasnya bagi investor strategis yang ingin mengembangkan lini usaha di kawasan Indonesia bagian barat.
Dengan kesiapan infrastruktur serta dukungan regulasi pemerintah yang terus disempurnakan, Kawasan Industri Mitra Propindo Lestari optimis dapat menjadi motor penggerak utama industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja baru di Belitung.*** (editor : Welly Aksona)





Komentar