Editor Welly Aksona
BELITUNG | SINERGIPOS.COM – Ribuan masyarakat memadati trotoar di sepanjang jalan untuk menyaksikan kemeriahan Pawai atau Festival Budaya Bhinneka Tunggal Ika yang digelar Pemerintah Kabupaten Belitung, Sabtu (24/10/2026), sejak pagi hingga siang hari.
Festival yang telah lama dinantikan masyarakat ini menghadirkan suasana berbeda. Jika biasanya pawai digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kali ini masyarakat kembali disuguhkan perayaan budaya yang menampilkan keberagaman, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Sebanyak 114 kelompok peserta tercatat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk rombongan dari Kecamatan Gantung dan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, serta para pelajar tingkat SMP dari sejumlah sekolah.
Kemeriahan festival semakin terasa dengan atraksi khusus flypass pesawat tempur Hawk 100/200 dari Lanud H.AS Hanandjoeddin. Pesawat tempur yang melintas di atas rute karnaval itu sontak menarik perhatian dan disambut antusias oleh ribuan penonton.
Tak hanya menyuguhkan atraksi budaya, sepanjang rute pawai juga diramaikan lapak-lapak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran mereka turut memberikan warna tersendiri sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meraup pendapatan dari ramainya pengunjung.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada pekerjaan penting yang langsung dilakukan setelah kegiatan berakhir, yakni memastikan kebersihan kawasan tetap terjaga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung bergerak cepat dengan menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir sampah yang ditinggalkan pengunjung di sepanjang rute pawai. Langkah ini dilakukan guna menjaga kebersihan kota setelah ribuan masyarakat berkumpul menyaksikan festival.
Kabid Pengelolaan Sampah dan B3 DLH Kabupaten Belitung, Johandi, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel begitu kegiatan selesai. Petugas menyisir rute pawai sepanjang kurang lebih enam kilometer untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah.
“Begitu selesai kegiatan, personel kebersihan dari DLH langsung menyisir rute pawai untuk memastikan sampah di sepanjang jalan dapat diangkut hingga bersih,” jelas Johandi.
Ia menyebutkan, dari hasil operasi kebersihan pascapawai tersebut, petugas berhasil mengumpulkan dan mengangkut sekitar 5,4 ton sampah.
“Dengan menggunakan armada kebersihan, petugas DLH kurang lebih mengangkut dan mengumpulkan 5,4 ton sampah pascapawai tadi,” tutup Johandi.
Besarnya volume sampah yang terkumpul menjadi gambaran dampak aktivitas masyarakat dalam kegiatan berskala besar. Di sisi lain, kesigapan petugas kebersihan menjadi bagian penting dalam memastikan kemeriahan Festival Budaya Bhinneka Tunggal Ika tetap diiringi upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Festival boleh usai, tetapi upaya menjaga Belitung tetap bersih menjadi tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya diharapkan dapat mendukung kerja petugas kebersihan, sehingga setiap kegiatan besar tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga lingkungan yang tetap nyaman dan bersih.***
DLH Belitung Angkut 5,4 Ton Sampah Pasca Festival Budaya Bhinneka Tunggal Ika



























Komentar