Di lokasi kejadian, personel kepolisian melakukan pengecekan TKP, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan Satbrimob Polda Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Unit Jibom Batalyon B, untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi.
Informasi ini masih didalami oleh pihak kepolisian untuk memastikan asal-usul benda tersebut serta keterkaitannya dengan peristiwa ledakan.
Kapolres Belitung, AKBP Satria Darma, S.E., S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan personel Satbrimob, khususnya Unit Jibom, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
“Personel Unit Jibom saat ini masih melakukan sterilisasi di lokasi kejadian untuk memastikan situasi aman. Kami juga terus berkoordinasi dengan Satbrimob dan melakukan pendalaman melalui keterangan para saksi guna mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut,” ujar Kapolres.
Kapolres menghimbau agar tidak mendekati benda yang mencurigai seperti mortir, amunisi atau bahan peledak lainnya. Tidak menyentuh, memindahkan, memukul dan membokar benda tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi selama proses sterilisasi berlangsung. Apabila menemukan benda yang dicurigai sebagai mortir, amunisi, atau bahan peledak, jangan menyentuh, memindahkan, memukul, maupun membongkarnya. Segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani oleh petugas yang berwenang,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan benda mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian melalui layanan Polisi 110.






























Komentar