Viral, Menu MBG Diduga Tak Layak, Beliadi Pinta Dapur SPPG Sijuk Dihentikan

BELITUNG | SINERGIPOS.COM – Kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Sijuk memicu kemarahan Wakil Ketua Provinsi Bangka Belitung, . Ia secara tegas meminta agar operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Air Gelarak dihentikan sementara, setelah mendapati menu yang disajikan dinilai jauh dari standar gizi yang layak bagi siswa.

Kemarahan itu disampaikan Beliadi melalui unggahan resminya di akun , Senin (23/02/2026). Dalam unggahan tersebut, ia menilai menu MBG yang diberikan kepada siswa tidak mencerminkan prinsip gizi seimbang, bahkan tidak memenuhi konsep dasar “4 sehat 5 sempurna”.

“Agar dapur SPPG Sijuk dihentikan penyajiannya. Menu-menu yang disajikan tidak layak dan tidak sesuai dengan standar 4 sehat 5 sempurna,” tulisnya tegas.

Unggahan tersebut juga memperlihatkan bukti visual menu yang dibagikan kepada siswa pada hari itu. Menu tersebut hanya terdiri dari jagung yang dicampur keju, potongan buah melon, dan satu bungkus kecil kacang tanah goreng. Tidak terlihat adanya sumber protein utama seperti telur, ikan, ayam, atau lauk bergizi lain yang seharusnya menjadi komponen penting dalam menu anak sekolah.

Temuan ini langsung memicu kekhawatiran serius terkait kualitas pelaksanaan program MBG di wilayah , khususnya di dapur SPPG Dusun , Desa .

Saat dikonfirmasi, Camat Sijuk, Yudo Wijantoko, ST, membenarkan bahwa menu tersebut memang berasal dari dapur SPPG Air Gelarak. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap penyusunan menu tersebut.

“Untuk penanggungjawabnya saya kurang tahu, tapi kalau dapurnya berasal dari SPPG Air Gelarak,” ujarnya singkat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan dan standar operasional dari yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas gizi bagi anak-anak sekolah.

Beliadi menegaskan, program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi merupakan investasi penting untuk masa depan generasi muda. Ia menilai penyajian menu yang tidak layak berpotensi merusak tujuan utama program tersebut.*** (Editor Welly Aksona)

Komentar