BELITUNG, SINERGIPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Belitung terus menggencarkan operasi pengendalian anjing liar demi menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat. Dalam dua pekan terakhir, sebanyak 18 bangkai anjing liar berhasil dievakuasi dan dikubur di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Belitung.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Belitung, Johandi Agus Saputra, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan setiap kali pihaknya menerima informasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
“Selama dua minggu ini, sudah ada sekitar 18 ekor bangkai anjing yang kami evakuasi. Informasi keberadaan bangkai biasanya kami terima dari DKPP,” ujar Johandi saat dikonfirmasi pada Selasa (27/5).
Ia berharap operasi ini bisa menekan laju pertumbuhan populasi anjing liar dan mengurangi potensi gangguan terhadap masyarakat.
“Harapan kami, populasi anjing liar bisa ditekan dan tidak semakin menyebar di wilayah Belitung. Kami ingin menghindari efek negatif yang bisa ditimbulkan terhadap masyarakat,” tambahnya.
Lokasi Prioritas: Bundaran Satam dan Bandara Hanandjoeddin
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, sebelumnya telah menegaskan pentingnya langkah cepat dalam menanggulangi masalah anjing liar. Ia menyebutkan dua lokasi yang menjadi fokus utama penertiban, yakni Bundaran Satam dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin.
“Keberadaan anjing liar di Bundaran Satam sudah membahayakan pengendara. Bahkan ada laporan warga yang dikejar saat menuju pasar. Di Bandara pun populasinya cukup tinggi dan bisa mengganggu proses pendaratan pesawat,” ungkap Syamsir dikutip dari RRI, Kamis (8/5/2025).
DLH Belitung Evakuasi 18 Bangkai Anjing, Operasi Pengendalian Populasi Selama Dua Pekan






Komentar