Ia meminta camat, kepala desa, dan kepala puskesmas untuk segera melakukan sosialisasi ke masyarakat, khususnya untuk membedakan anjing liar dan anjing peliharaan.
Bukan Pemusnahan, Tapi Pengendalian Populasi
Sementara itu, Kepala DKPP Belitung, Destika Effenly, menegaskan bahwa langkah yang diambil bukanlah pemusnahan hewan, melainkan pengendalian populasi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan ekosistem.
“Kami tidak memusnahkan, tapi mengendalikan. Pemusnahan bisa mengganggu keseimbangan alam,” tegasnya.
Destika juga mengimbau kepada para pemilik anjing peliharaan agar bertanggung jawab menjaga hewan mereka supaya tidak berkeliaran dan meresahkan lingkungan sekitar.*** (Well)
DLH Belitung Evakuasi 18 Bangkai Anjing, Operasi Pengendalian Populasi Selama Dua Pekan






Komentar