BELITUNG, SINERGIPOS.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, BPJN Bangka Belitung Satker PJN Wilayah II, resmi memulai proyek pergantian Jembatan Air Pilang (MYC) di Kabupaten Belitung.
Mega proyek multiyears yang menelan anggaran negara hingga Rp89 miliar dari APBN tahun 2025, 2026, dan 2027 ini dikerjakan oleh PT Bangka Cakra Karya dengan pengawasan konsultan PT Seecons bekerja sama dengan PT Nasuma Putra.
Manajer PT. Bangka Cakra Karya, Ir. Renol Regen, ST, IPM membenarkan, bahwa proyek strategis ini sudah berjalan. Saat ini pekerjaan masih berada di tahap awal berupa pekerjaan penimbunan untuk area kerja dan jalan akses.
“Proyek sudah berjalan tahap awal. Saat ini baru penimbunan untuk area kerja dan jalan akses,” Tegas Renol.
Sementara itu, pihak dari PPK 2.1 Satker PJN, Yudinan, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan Air Pilang akan memakan waktu sekitar tiga tahun hingga rampung pada 2027 mendatang. Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena jembatan lama masih bisa digunakan selama proses pembangunan berlangsung.
“Tidak ada pemblokiran jalan ataupun pengalihan arus. Masyarakat tetap bisa melintas di jembatan lama sampai jembatan baru selesai dibangun,” jelas Yudinan.
Meskipun demikian, Yudinan berharap masyarakat tetap berhati-hati dalam berkendaraan, mengingat akan banyaknya material dan aktivitas lainnya dilokasi.
“Walau pun tidak ada pengalihan arus lalu lintas, masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati,” Tukasnya.
Ia menambahkan, proyek jembatan baru dilakukan lantaran tiang pancang jembatan lama telah banyak yang mengalami kropos atau korosi. Sehingga, beban kendaraan yang melintasi jembatan lama dikhawatirkan tidak dapat terlalu lama menahan beban kendaraan yang berat.
Setelah jembatan baru selesai, jembatan lama akan dibongkar sehingga akses jalan hanya difokuskan pada jembatan baru.
“Jembatan lama memang sudah kropos jadi harus segera diganti. Dan khawatir beban pada kendaraan yang melintasi jembatan lama tidak bisa menahan terlalu lama. Setelah jembatan baru rampung, maka jembatan lama akan dirobohkan,” tutupnya.
Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk kelancaran akses transportasi di Belitung serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.*** (Editor Welly Aksona)










Komentar