Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Pengendara, PPK 2.2 Rehabilitasi Dua Jembatan dan Penanganan Drainase

Editor Welly Aksona

BELITUNG | SINERGIPOS.COM – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, mulai melaksanakan paket pekerjaan rehabilitasi jembatan dan penanganan drainase pada ruas Perawas–Badau–Batas Kabupaten Belitung/Belitung Timur hingga Simpang Renggiang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2, Jhon Coventan, kepada Sinergipos.com, Rabu (8/7/2026), mengatakan pekerjaan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan keandalan infrastruktur jalan nasional yang menjadi jalur utama penghubung Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Menurutnya, rehabilitasi jembatan dilakukan dengan memperbaiki dan memulihkan struktur yang mengalami kerusakan agar kembali memiliki kekuatan optimal, aman digunakan masyarakat, serta memperpanjang umur layanan jembatan tanpa harus melakukan pembongkaran secara menyeluruh.

“Benar, saat ini kami sedang melaksanakan rehabilitasi jembatan dengan melakukan pemulihan terhadap struktur yang mengalami kerusakan agar kekuatannya kembali optimal. Tujuannya agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman tanpa harus melakukan pembongkaran total terhadap jembatan,” ujar Jhon.

Ia menjelaskan, paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp2,4 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender.

Lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi Jembatan Air Tedung dan Jembatan Air Jelutung, penggantian box culvert di KM 41 dan KM 42, serta penanganan dan rehabilitasi sistem drainase di sejumlah titik pada ruas jalan tersebut. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Putera Bangka Barat sebagai kontraktor pelaksana.

“Jadi, selain rehabilitasi dua jembatan, pekerjaan ini juga mencakup penggantian box culvert di KM 41 dan KM 42 serta penanganan atau rehabilitasi drainase agar fungsi saluran air tetap optimal dan mendukung ketahanan badan jalan,” jelasnya.

Jhon berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal, tanpa kendala berarti, serta menghasilkan konstruksi yang memenuhi standar mutu dan kualitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan mutu dan kualitas yang baik sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan di Belitung dan Belitung Timur,” tutup Jhon.***

Komentar