“Proyek jembatan ini kini sudah masuk tahap finishing, progres mencapai hingga 90 persen,” ujar Jhon.
Ia menjelaskan, rehabilitasi jembatan tidak semata-mata berorientasi pada perbaikan kerusakan yang terlihat, namun juga bertujuan memulihkan kondisi struktur agar kembali memiliki kekuatan optimal dan mampu memberikan masa layanan yang lebih panjang.
Dengan demikian, jembatan diharapkan dapat terus digunakan masyarakat secara aman tanpa harus dilakukan pembongkaran secara menyeluruh.
Paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp2,4 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender.
Adapun lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi Jembatan Air Tedung dan Jembatan Air Jelutung, penggantian box culvert di KM 41 dan KM 42, serta penanganan dan rehabilitasi sistem drainase pada sejumlah titik di sepanjang ruas jalan tersebut.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Putera Bangka Barat sebagai kontraktor pelaksana.
Jhon menegaskan, seluruh komponen pekerjaan tersebut memiliki keterkaitan dalam menjaga kualitas dan ketahanan infrastruktur jalan nasional.
“Jadi, selain rehabilitasi dua jembatan, pekerjaan ini juga mencakup penggantian box culvert di KM 41 dan KM 42 serta penanganan atau rehabilitasi drainase agar fungsi saluran air tetap optimal dan mendukung ketahanan badan jalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan yang telah direhabilitasi nantinya diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas, sekaligus mendukung kelancaran arus transportasi serta aktivitas ekonomi antarkabupaten.






Komentar